Oleh: Fiona
Setelah jerawat sembuh, sering kali kita masih melihat “jejak” yang tertinggal di kulit—noda gelap, kemerahan, atau bahkan bekas yang membentuk lekukan kecil. Inilah yang disebut bekas jerawat, dan setiap jenisnya memiliki penyebab serta cara perawatan yang berbeda.
Sebagai seseorang yang pernah berjuang melawan jerawat, aku tahu betapa menurunnya rasa percaya diri ketika melihat bekas-bekas itu di cermin. Tapi kabar baiknya: semua jenis bekas jerawat bisa diperbaiki—asal kita tahu jenisnya dan bagaimana menanganinya dengan tepat.
1. PIH (Post-Inflammatory Hyperpigmentation)
Apa itu PIH?
Ciri-Ciri PIH
Cara Mengatasinya
PIH adalah noda berwarna cokelat atau kehitaman yang muncul setelah jerawat sembuh. Bekas ini bukan karena jerawat aktif, tapi karena kulit memproduksi terlalu banyak melanin (pigmen warna kulit) akibat peradangan.
Warna cokelat, abu-abu, atau kehitaman.
Tidak menonjol dan tidak terasa sakit.
Biasanya muncul di area bekas jerawat lama.
Gunakan bahan aktif seperti niacinamide, vitamin C, alpha arbutin, atau azelaic acid untuk mencerahkan kulit.
Eksfoliasi ringan (AHA/BHA) membantu mempercepat regenerasi sel kulit baru.
Sunscreen wajib setiap hari! Sinar UV bisa memperparah pigmentasi.
Tips: Saat aku mengalami PIH, kombinasi niacinamide 10% dan vitamin C di pagi hari benar-benar membantu mencerahkan noda dalam 2–3 bulan.
(Sumber: DermNet NZ – Post-Inflammatory Hyperpigmentation)
2. PIE (Post-Inflammatory Erythema)
Apa itu PIE?
Ciri-Ciri PIE
Cara Mengatasinya
PIE adalah bekas kemerahan atau keunguan yang muncul setelah jerawat meradang. Ini bukan masalah pigmentasi, tapi kerusakan pembuluh darah kecil (kapiler) di kulit setelah peradangan.
Berwarna merah muda, merah tua, atau keunguan.
Terlihat jelas pada kulit terang.
Tidak menonjol, tapi bisa bertahan lama.
Gunakan bahan anti-inflamasi seperti centella asiatica, niacinamide, atau green tea extract.
Retinoid bisa membantu mempercepat regenerasi kulit dan memperbaiki kerusakan pembuluh darah.
Untuk kasus membandel, perawatan laser (PDL atau IPL) sering direkomendasikan dermatolog untuk meratakan warna kulit.
Tips: PIE sering butuh waktu lebih lama daripada PIH. Konsistensi dan perlindungan sinar matahari adalah kunci utama.
(Sumber: Healthline – What Is PIE?)
3. Bopeng (Atrophic Acne Scars)
Apa itu Bopeng?
Jenis-Jenis Bopeng
Cara Mengatasinya
Bopeng terjadi ketika jerawat parah merusak jaringan kulit dan kolagen tidak terbentuk dengan cukup baik saat proses penyembuhan. Akibatnya, kulit tampak cekung atau berlekuk.
Ice Pick Scars → Bekas sempit dan dalam, seperti tusukan jarum kecil.
Boxcar Scars → Lekukan berbentuk persegi dengan tepi tegas.
Rolling Scars → Lekukan halus dan bergelombang di bawah permukaan kulit.
Bekas bopeng tidak bisa hilang dengan skincare saja, tapi bisa membaik dengan perawatan dermatolog:
Microneedling atau RF Microneedling: merangsang kolagen baru.
Laser Resurfacing: memperbaiki tekstur kulit.
Subcision: memotong jaringan parut yang menarik kulit ke bawah.
Filler atau PRP (Platelet-Rich Plasma): mengisi kembali area bopeng.
Tips: Aku dulu punya beberapa rolling scars kecil—dan setelah 3 kali microneedling, tekstur kulitku membaik banget! Pastikan dilakukan oleh profesional ya.
(Sumber: American Academy of Dermatology – Acne Scars)
4. Cara Mencegah Bekas Jerawat Baru
Setelah mengenal berbagai jenis bekas jerawat — mulai dari PIH, PIE, hingga scars (bopeng) — kita jadi tahu bahwa setiap bekas di kulit punya penyebab dan cara penanganan yang berbeda. Tidak semua noda atau bekas harus disamakan, karena perawatan yang efektif sangat tergantung pada jenis bekasnya.
Bekas berwarna gelap kecokelatan (PIH) biasanya muncul karena produksi melanin berlebih setelah jerawat meradang. Ini sering terjadi pada kulit yang lebih gelap dan bisa membaik dengan penggunaan bahan pencerah seperti vitamin C, niacinamide, atau AHA/BHA. Namun, kunci utama penyembuhan PIH tetaplah perlindungan dari sinar matahari — karena tanpa sunscreen, semua usaha perawatan bisa sia-sia.
Sementara itu, bekas berwarna merah atau keunguan (PIE) bukan disebabkan oleh pigmen, melainkan oleh kerusakan pembuluh darah kecil setelah jerawat sembuh. Karena itu, produk biasa untuk memudarkan noda tidak selalu efektif untuk PIE. Diperlukan bahan yang menenangkan kulit seperti centella asiatica, azelaic acid, atau perawatan profesional seperti laser PDL atau IPL untuk memperbaiki jaringan pembuluh darah tersebut.
Lalu, untuk bekas bertekstur atau bopeng (scars) — seperti ice pick, boxcar, rolling, maupun hypertrophic/keloid — tantangannya sedikit berbeda. Jenis ini terjadi karena kerusakan kolagen di dalam kulit. Jadi, perawatannya tidak bisa hanya dengan skincare, tetapi perlu stimulasi regenerasi kolagen melalui perawatan seperti microneedling, laser fractional, chemical peeling, atau bahkan subcision di klinik dermatologi. Dengan perawatan rutin dan waktu yang cukup, tekstur kulit bisa membaik secara signifikan.
📚 Sumber Referensi
SKINOLOGY — Sains, Kulit, dan Kecantikan dalam Satu Pengetahuan.


0 Comments
Posting Komentar