Mengenal Jenis-Jenis Jerawat dan Pemicu Spesifiknya
Oleh: Fiona
Tidak semua jerawat itu sama. Ada yang kecil tapi banyak, ada yang besar dan nyeri, ada juga yang meninggalkan bekas membandel.
Memahami jenis jerawat dan penyebab spesifiknya sangat penting agar kamu bisa memilih perawatan yang tepat — bukan asal pakai produk atau mengikuti tren.
Setiap jenis jerawat memiliki “karakter” dan penyebab yang berbeda, dan tubuh kita sering memberi sinyal melalui jerawat itu sendiri. Mari kita bahas satu per satu.
1. Whitehead (Komedo Tertutup)
Ciri-ciri
Benjolan kecil berwarna putih di bawah permukaan kulit.
Tidak nyeri, tapi membuat tekstur kulit terasa kasar.
Penyebab utama:
Penumpukan minyak (sebum) dan sel kulit mati di pori yang tertutup.
Biasanya muncul di area hidung, dagu, dan dahi.
Pemicu spesifik:
Skincare terlalu berat (misal: krim berminyak).
Tidak membersihkan makeup dengan benar.
Penggunaan sunscreen yang terlalu tebal tanpa double cleansing.
Cara mengatasinya:
Gunakan produk dengan BHA (salicylic acid) untuk membersihkan pori, dan jangan lupa eksfoliasi lembut 1–2 kali seminggu dan jangan memencet supaya tidak menjadi iritasi atau berlanjut ke jenis inflamasi.
2. Blackhead (Komedo Terbuka)
Ciri-ciri:
Titik hitam kecil di permukaan kulit.
Teksturnya kasar dan sering muncul di hidung atau dagu.
Penyebab utama:
Pori-pori yang terbuka dan terisi minyak serta kotoran yang teroksidasi.
Pemicu spesifik:
Jarang mencuci wajah dengan bersih.
Terlalu sering menyentuh area T-zone.
Tidak rutin eksfoliasi.
Cara mengatasinya:
Gunakan BHA dan hindari memencet komedo, karena bisa menyebabkan pori membesar dan infeksi serta gunakan produk non-comedogenic agar tidak menambah penyumbatan.
3. Papula
Ciri-ciri:
Benjolan kecil berwarna merah tanpa nanah.
Terasa nyeri saat disentuh.
Penyebab utama:
Peradangan di bawah kulit akibat penyumbatan pori dan infeksi bakteri Cutibacterium acnes.
Pemicu spesifik:
Terlalu sering mencuci wajah (skin barrier rusak).
Stres berlebihan yang meningkatkan hormon androgen.
Produk skincare dengan alkohol tinggi.
Cara mengatasinya:
Gunakan niacinamide untuk meredakan peradangan, dan hindari produk keras atau mengandung pewangi serta hindari produk keras yang bisa memperparah inflamasi.
4. Pustula
Ciri-ciri:
Benjolan merah dengan bagian putih atau kuning di tengah (berisi nanah).
Kadang terasa gatal atau nyeri.
Penyebab utama:
Infeksi bakteri di pori-pori yang tersumbat minyak dan sel kulit mati.
Pemicu spesifik:
Sering menyentuh wajah dengan tangan kotor.
Tidak mengganti sarung bantal secara rutin.
Menggunakan ponsel kotor menempel di wajah.
Cara mengatasinya:
Gunakan benzoyl peroxide 2.5–5% untuk membunuh bakteri penyebab jerawat dan hentikan kebiasaan menyentuh wajah serta jangan memencet karena bisa memperparah luka dan menimbulkan bekas.
5. Nodul
Ciri-ciri:
Benjolan besar, keras, dan terasa nyeri dalam kulit.
Tidak memiliki “kepala” putih.
Penyebab utama:
Peradangan dalam lapisan kulit yang dalam akibat infeksi bakteri parah.
Pemicu spesifik:
Ketidakseimbangan hormon (sering terjadi saat menstruasi atau stres berat).
Makanan tinggi gula dan susu (memicu produksi hormon insulin & IGF-1).
Tidur tidak teratur.
Cara mengatasinya:
Gunakan retinoid topikal untuk mengatur regenerasi sel kulit dan obat jerawat oral (konsultasikan ke dokter kulit) jika sering kambuh.
6. Jerawat Kistik (Cystic Acne)
Ciri-ciri:
Benjolan besar, merah, nyeri, dan kadang berisi nanah dalam jumlah banyak.
Sering meninggalkan bekas luka atau bopeng.
Penyebab utama:
Infeksi bakteri yang parah di lapisan kulit dalam dan ketidakseimbangan hormon.
Pemicu spesifik:
Faktor genetik (riwayat keluarga dengan jerawat parah).
Penggunaan kosmetik berminyak.
Konsumsi makanan olahan tinggi lemak dan gula.
Cara mengatasinya:
Ini jenis jerawat yang sebaiknya ditangani oleh dokter kulit.
Biasanya dokter akan meresepkan obat antibiotik oral, isotretinoin, atau terapi hormon.
7. Jerawat Fungal (Fungal Acne / Malassezia Folliculitis)
Ciri-ciri:
Bintik kecil mirip jerawat, gatal, dan sering muncul di dahi, punggung, atau dada.
Tidak memerah seperti jerawat biasa.
Penyebab utama:
Pertumbuhan jamur Malassezia berlebihan di kulit.
Pemicu spesifik:
Cuaca panas dan lembap.
Keringat berlebih (misal setelah olahraga tapi tidak segera mandi).
Penggunaan skincare terlalu berminyak.
Cara mengatasinya:
Gunakan sabun atau krim antijamur (mengandung ketoconazole atau zinc pyrithione).
Pastikan kulit tetap bersih dan kering.
Klik ini Mengatasi Jerawat Untuk penjelasan yang lebih jelas cara mengatasi jerawat
Sumber:
Acne Vulgaris – StatPearls” NCBI
Acne Vulgaris: Features, Types, and Treatments – DermNet” DermNet®
Acne Vulgaris: A review of the pathophysiology, treatment …” PMC
What are the types of acne? – Cleveland Clinic” Cleveland Clinic
Overview: Acne – InformedHealth.org” InformedHealth.org
SKINOLOGY — Sains, Kulit, dan Kecantikan dalam Satu Pengetahuan.






0 Comments
Posting Komentar